image


HUTAMA KARYA SERAHKAN BANTUAN TAHAP KEDUA UNTUK KORBAN GEMPA LOMBOK

Lombok - PT Hutama Karya (Persero) (HK) kembali menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa bumi Lombok melalui Posko Pengungsian Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kali ini, bantuan yang diberikan berupa 8 unit tempat penampungan air atau tandon dengan daya tampung 2.200 liter per unitnya. Sebanyak 4 unit tandon air telah diterima oleh Komando Rayon Militer (Koramil) Sambelia pada Rabu (1/8) siang, sementara 4 lainnya akan dikirimkan pada Kamis (2/8) pagi dari Mataram. Tandon air tersebut akan didistribusikan oleh Koramil Sambelia ke daerah yang terdampak bencana di sekitar Lombok Timur, khusunya di posko pengungsian yang membutuhkan tempat penampungan air bersih.

Ditemui secara terpisah, Manajer Senior CSR dan PKBL HK, Izzan Zubair, menjelaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan Koramil setempat sebagai ketua tim penanganan bencana dalam penyediaan bantuan bagi para korban. “Rencana awal, kami juga akan mengirimkan tangki air. Namun setelah berdiskusi dengan pihak Koramil, ternyata kebutuhan tangki air sudah terpenuhi, sehingga kami membantu menyediakan tandon airnya,” terang Izzan. Rencana selanjutnya, HK juga akan memberikan bantuan rekonstruksi bagi rumah warga yang rusak akibat gempa. “Saat ini kami masih menunggu hasil pendataan dari Tim Tanggap Darurat Kabupaten Lombok Timur. Apabila datanya sudah terkumpul, maka akan segera kami tindak lanjuti untuk upaya rekonstruksi,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, gempa bumi bermagnitudo 6.4 Skala Richter (SR) telah mengguncang Lombok dan sekitarnya pada Minggu (29/7) pagi. Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana tersebut telah mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 401 orang luka-luka serta rusaknya 5.448 rumah warga, 15 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas kesehatan, 55 rumah ibadah, 37 kios, dan 1 jembatan. Hingga saat ini, lebih dari 10.000 orang harus tinggal di posko pengungsian karena kehilangan tempat tinggalnya.




Posted in CSR, berita-perusahaan on Aug 01, 2018