image


SINERGI HK – PELINDO IV, DERMAGA PELABUHAN AHMAD YANI TERNATE DIRESMIKAN MENTERI BUMN

TERNATE – Proyek Replacement Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani Ternate yang telah rampung dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) (HK) sejak akhir tahun lalu akhirnya diresmikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno. Acara peresmian diselenggarakan di kawasan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) (Pelindo IV) Cabang Jayapura pada Jumat (24/08), bersamaan dengan peresmian 15 proyek strategis milik Pelindo IV lainnya.

Proyek Replacement Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani Ternate merupakan salah satu wujud sinergi BUMN antara Pelindo IV sebagai owner dengan HK sebagai kontraktor pelaksana. HK dipercaya oleh Pelindo IV untuk melakukan penggantian dan perluasan Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dengan total nilai kontrak sebesar Rp 98.097.739.000. Proses pengerjaan telah dilakukan sejak Agustus 2016 dengan sumber dana yang berasal dari Penambahan Modal Negara (PMN) sebanyak 100 Milyar Rupiah dan telah diserahterimakan pada 28 Desember 2017 yang lalu.

Saat ditemui pada acara peresmian, Direktur Utama HK, Bintang Perbowo, menjelaskan bahwa renovasi terhadap dermaga yang pertama kali dibangun tahun 1965 tersebut dilakukan untuk memperkuat konstruksi dermaga dan memperluas area bongkar muat barang. “Awalnya lebar dermaga hanya sekitar 15 meter dengan panjang 148 meter. Kemudian kami tambahkan lebarnya menjadi 25 meter, sehingga sekarang luasnya menjadi sekitar 3.500 m2,“ tutur Bintang.

Ia pun mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan replacement, dermaga tersebut bahkan tidak mampu menahan bobot Container Crane modern sehingga harus dirubuhkan dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih kuat. “Selain pembongkaran dermaga lama, kami juga melakukan pemancangan tiang pancang baja close-end sebagai pondasi, pelaksanaan struktur precast, pembuatan sarana sandar dan sarana tambat, penambahan aksesoris dermaga serta pemasangan rail crane,” tambahnya.

Setelah direnovasi, saat ini Dermaga Ternate mampu menopang kurang lebih 2 Container Crane pada saat yang bersamaan serta memungkinkan kapal-kapal yang lebih besar untuk bersandar. Dampaknya, kegiatan bongkar muat logistik menjadi lebih cepat dan lancar sehingga semakin meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia Timur.




Posted in berita-perusahaan on Aug 24, 2018