PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT, HUTAMA KARYA TURUT BANGUN DI 5 PROVINSI

BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul melalui keterlibatan dalam program strategis nasional Sekolah Rakyat. Komitmen tersebut ditandai dengan partisipasi Hutama Karya dalam peresmian pembangunan 166 Sekolah Rakyat secara serentak di 34 provinsi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9, kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). 

Pada momentum yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan groundbreaking pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen sebagai langkah lanjutan pemerintah dalam mengakselerasi pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah rentan dan miskin ekstrem. Kegiatan nasional ini diselenggarakan secara hybrid dan disaksikan secara daring oleh para gubernur, bupati, dan wali kota dari daerah yang menjadi lokasi pembangunan. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan merupakan model pendidikan berasrama (boarding school) terintegrasi yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan. “Target kita adalah mengembangkan hingga 500 Sekolah Rakyat pada tahun 2029 demi menjamin akses pendidikan yang adil bagi anak bangsa dari Sabang hingga Merauke,” ujar Presiden Prabowo. 

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas berstandar layak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia. 

Hutama Karya sendiri mendapat amanah untuk membangun Sekolah Rakyat permanen di sejumlah wilayah strategis, meliputi Provinsi Banten (Kabupaten Lebak dan Pandeglang), DKI Jakarta (Jakarta Selatan), Maluku Utara (Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat), serta Sulawesi Barat (Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar).

Fasilitas pendidikan tersebut dikembangkan dengan konsep boarding school terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing dua lantai dalam satu kawasan terintegrasi.Kawasan ini dilengkapi asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung ibadah dan masjid, gedung serbaguna, dapur dan kitchen laboratory, kantin, serta fasilitas pendukung seperti gudang, rumah genset, rumah pompa, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pos satpam, lapangan olahraga, dan area lansekap. 

Setiap jenjang pendidikan memiliki ruang dan fasilitas pembelajaran yang relatif serupa, meliputi ruang kelas modern, laboratorium bahasa dan keterampilan, amphitheatre atau kelas terbuka, ruang komunal, perpustakaan, serta ruang server pendukung teknologi pendidikan. Fasilitas penunjang lainnya mencakup lapangan sepak bola atau mini soccer, basket dan voli, lapangan upacara, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang laktasi, hingga botanical garden/green house. Seluruh kawasan didukung sistem utilitas terintegrasi, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan. 

Seluruh proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang dikerjakan Hutama Karya ditargetkan rampung pada Agustus 2026, sehingga dapat dimanfatkan pada tahun ajaran baru. 

Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program Sekolah Rakyat merupakan wujud kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional di bidang pendidikan. “Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi menyiapkan ruang tumbuh bagi masa depan generasi penerus bangsa melalui infrastruktur pendidikan yang modern, aman, dan layak,” ujarnya.
 
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkomitmen menerapkan standar mutu tinggi dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) secara konsisten, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. “Sekolah Rakyat memiliki peran strategis sebagai katalisator peningkatan kesejahteraan sosial. Karena itu, kami memastikan setiap bangunan memiliki daya tahan jangka panjang dan mampu mendukung proses belajar mengajar secara kondusif,” tutup Mardiansyah.