GUBERNUR MALUKU UTARA TINJAU PROGRES SEKOLAH RAKYAT YANG DIBANGUN HUTAMA KARYA
HALMAHERA BARAT — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) di Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, pada Selasa (03/03). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengawal program prioritas pendidikan sekaligus memperkuat sinergi dengan Hutama Karya sebagai pelaksana proyek.
Dalam kunjungannya, Gubernur Maluku Utara didampingi oleh Project Manager, Muchamad Andjar Fauzian, Site Operational Manager, Sanggabuana Satria, dan Manager QHSSE, Dian Krisnawan. Turut hadir Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Peter Paul John Nanlohy, ST, Team Leader Manajemen Konstruksi, Ir. Kaharudin, M.Sc, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Dalam arahannya, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak‑anak dari keluarga kurang mampu. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim pelaksana proyek yang terus mengakselerasi pembangunan dengan tetap menjaga aspek keselamatan dan kualitas.
“Sekolah Rakyat ini adalah harapan bagi anak‑anak Maluku Utara, khususnya dari keluarga kurang mampu. Saya berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap menjaga mutu dan kualitas. Tetap semangat dan jaga keselamatan kerja,” ujar Sherly Tjoanda.
Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Utara dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, dengan luas lahan sekitar 86.000 m², serta Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, dengan luas lahan sekitar 88.000 m². Kedua lokasi dipilih untuk menjangkau wilayah dengan kebutuhan layanan pendidikan yang tinggi, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara.
Sekolah ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu dengan konsep boarding school untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama siswa (putra dan putri), rumah susun guru, bangunan utilitas, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dengan running track, lapangan basket, dan bola voli. Selain itu, sarana yang tersedia antara lain gedung ibadah/masjid, gedung serbaguna, dapur dan kitchen lab, kantin, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya, dengan desain bangunan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan kemampuan adaptasi agar lingkungan belajar tetap kondusif dalam jangka panjang.
Penggunaan teknologi diintegrasikan dalam rancangan pembelajaran untuk mendukung proses pendidikan yang lebih inovatif dan selaras dengan dinamika kebijakan pendidikan nasional. Fasilitas pembelajaran mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan dan bengkel kerja, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, lapangan olahraga, pusat kegiatan ekstrakurikuler, area hijau, serta kebun sekolah sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan.
Pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung sesuai dengan jadwal kontrak, dengan target penyelesaian secara keseluruhan dapat dipergunakan saat dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pembangunan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada percepatan penyediaan fasilitas pembelajaran dan asrama sebagai prioritas utama.
Fungsi pendidikan dan fasilitas penunjang disusun secara terpadu untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan pendidikan dan karakter, sekaligus memperluas akses pendidikan yang lebih adil bagi anak‑anak dari keluarga rentan di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Saat ini, progres pekerjaan berada pada tahap struktur bawah di masing‑masing massa bangunan. Hutama Karya menerapkan strategi percepatan melalui penambahan tenaga kerja, percepatan pengadaan material, serta pengaturan sequence pekerjaan secara simultan. Proyek ini juga melibatkan tenaga kerja dan material lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Harian (Plh.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Maluku Utara mencerminkan peran dan komitmen Hutama Karya dalam mendukung agenda pembangunan nasional di sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya mutu konstruksi, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu agar proyek ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Pembangunan Sekolah Rakyat Maluku Utara merupakan wujud nyata komitmen Hutama Karya dalam mendukung agenda pembangunan nasional di bidang pendidikan. Kami berkomitmen untuk menjaga mutu konstruksi, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu pelaksanaan, agar fasilitas ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda di wilayah Maluku Utara,” tutup Hamdani.