Hutama Karya Gelar Program Kepemimpinan Proyek, Cetak 44 Calon Pemimpin Lewat "Road to PIP"
JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) meluncurkan program pengembangan kepemimpinan proyek bertajuk Site Engineering Manager (SEM) & Site Operation Manager (SOM) Development Program (SSDP) "Road to PIP" yang dibuka pada Kamis (21/5) di Jakarta Timur. Program ini dirancang sebagai jalur akselerasi talenta untuk mencetak calon pemimpin proyek masa depan perusahaan.
"Road to PIP" merujuk pada Personel Inti Proyek — yakni tim kunci yang menjadi penggerak utama keberhasilan sebuah proyek di lapangan. Melalui program ini, Hutama Karya mempercepat kesiapan talentanya untuk mengisi posisi-posisi inti tersebut. Sebanyak 44 talenta terpilih akan mengikuti rangkaian pengembangan intensif selama ±3,5 bulan ke depan.
Keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang menyeluruh. Peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan lapangan, pengambilan keputusan, serta kemampuan mengelola biaya, mutu, jadwal, dan keselamatan proyek secara terpadu. Metode pembelajarannya memadukan kelas daring, bootcamp teknis, coaching dan mentoring oleh para senior proyek, hingga penempatan langsung di proyek aktif (immersion project) . Para peserta diseleksi melalui kategori Nine Box Talent — instrumen pemetaan talenta yang menyaring karyawan dengan potensi dan kinerja terbaik.
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, jajaran direksi seperti Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, dan Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan turut hadir mengisi sesi pembelajaran. Selain itu, Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, bersama Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, juga memberikan materi pada hari kedua kegiatan, menegaskan keseriusan Hutama Karya dalam mengembangkan kader pemimpin proyeknya.
Sebagian besar peserta selama ini berkarier di fungsi pendukung proyek, dan melalui program ini, mereka disiapkan untuk bertransformasi menjadi pelaksana proyek (project executor) yang mampu mengelola proyek secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga commissioning .
Dalam rangkaiannya, peserta akan mengunjungi proyek untuk melihat langsung penerapan materi di lapangan. Transformasi peran inilah yang dirasakan langsung oleh para peserta. "Kesempatan ini membuka jalan yang sebelumnya terasa jauh. Kami diberi kepercayaan untuk naik kelas dan benar-benar memimpin di lapangan," ujar Nasrullah, salah satu peserta asal Proyek Sekolah Rakyat di Maluku Utara.
Program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga proyek yang kompeten seiring pelaksanaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mulai dari proyek gedung, jalan, jembatan, bendungan, hingga infrastruktur lainnya yang langsung dimanfaatkan masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan Human Capital, perusahaan menyiapkan kader pemimpin proyek secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Tema yang diusung, "Accelerating Future Project Leaders Through Integrated Technical, Operational, and Leadership Excellence" , mencerminkan komitmen perusahaan membentuk pemimpin proyek yang unggul secara teknis sekaligus tangguh dalam kepemimpinan lapangan.
Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan menyampaikan "Program ini adalah bentuk investasi nyata perusahaan pada talentanya. Kami ingin mencetak pemimpin proyek yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga matang dalam kepemimpinan lapangan." ujarnya.
Melalui program ini, Hutama Karya berharap dapat memperkuat kesiapan tenaga proyek, mendukung keberhasilan proyek strategis, dan meningkatkan daya saing di industri konstruksi dan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.