Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara Libatkan Ratusan Tenaga Kerja Lokal dan Dukung Perputaran Ekonomi Masyarakat

MALUKU UTARA – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemerataan infrastruktur pendidikan nasional. Selain menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif, pembangunan proyek ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui pelibatan ratusan tenaga kerja lokal serta meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek. 

Dalam proses pelaksanaannya, Hutama Karya melibatkan sebanyak lebih dari 700 tenaga kerja lokal yang berasal dari wilayah Kao, Tidore, Ternate, Ambon, dan Tobelo. Para pekerja lokal tersebut terlibat dalam berbagai aktivitas konstruksi mulai dari pekerjaan pagar kawasan, operator alat berat, pekerjaan struktur, hingga dukungan staf kantor proyek. 

Pelibatan tenaga kerja lokal tersebut menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan keberadaan proyek dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kehadiran proyek turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pembangunan, seperti jasa layanan boga baik untuk pekerja maupun karyawan proyek yang mengalami peningkatan selama proses konstruksi berlangsung, termasuk usaha warung makan hingga persewaan rumah milik warga di sekitar area proyek. 

Perputaran ekonomi yang tumbuh di sekitar proyek tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fisik bangunan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Melalui pelibatan tenaga kerja lokal dan meningkatnya kebutuhan operasional proyek, aktivitas perniagaan masyarakat turut bergerak dan berkembang seiring progres pembangunan yang berjalan. 

Di tengah proses konstruksi, proyek juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya curah hujan yang cukup tinggi. Untuk menjaga percepatan pembangunan tetap berjalan optimal, tim proyek melakukan optimalisasi jam kerja saat kondisi cuaca bersahabat. Selain itu, Hutama Karya juga menerapkan sejumlah strategi percepatan secara terintegrasi, mulai dari penambahan peralatan konstruksi, penguatan kapasitas produksi material, hingga penyesuaian metode pekerjaan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ritme pembangunan tetap berjalan efektif, terukur, serta selaras dengan standar keselamatan dan mutu konstruksi yang diterapkan perusahaan. 

 

Hutama Karya memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara menyeluruh di area proyek. Pengawasan pekerjaan juga dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung. 

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. 

“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara, Hutama Karya ingin memastikan bahwa keberadaan proyek dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan proyek. Kami berharap pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Hamdani. 

Ke depan, Hutama Karya akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan nasional yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.