GERAK CEPAT KEMENTERIAN PU DAN HUTAMA KARYA TANGANI TANGGAP DARURAT BENCANA DI SUMATRA UTARA
Sumatra Utara – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melaksanakan penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Sumatra yang dipercayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Penanganan ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga demi kelancaran aktivitas masyarakat. Tercatat, aksi cepat tanggap Kementerian PU bersama Hutama Karya telah berjalan sejak awal Desember 2025 yang masih berlangsung hingga saat ini untuk membantu warga terdampak agar dapat beraktivitas normal kembali.
Fokus Pemulihan Akses Jalan Tarutung–Sibolga
Di Sumatra Utara, Hutama Karya dipercaya Kementerian PU untuk menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga, yaitu pada ruas Tarutung–Sibolga, yang mencakup wilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Kecamatan Sitahuis. Ruas ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Tapanuli Utara, sebagian Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan sekitarnya. Ruas akses jalan yang dilakukan pemulihan aksesnya tersebut memiliki total panjang 69 km.
Hingga (4/1) , Hutama Karya telah mengerahkan 72 personil yang terdiri dari tim pelaksana, HSE, operator, serta tenaga pendukung lainnya. Penanganan didukung oleh berbagai alat berat, antara lain excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smooth vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, trado trailer, guna mendukung pembukaan akses dan pengamanan ruas jalan terdampak. Pembukaan akses jalan terdampak ini dilakukan dengan juga memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar guna mengutamakan keselamatan warga dan pengguna jalan.
Selama proses penanganan, tim di lapangan menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang tidak menentu serta medan yang cukup berat. Untuk itu, Hutama Karya menyesuaikan metode kerja dan penempatan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara. Langkah ini dilakukan agar pembukaan akses jalan tetap berjalan aman, sekaligus membantu masyarakat dan pengguna jalan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Dalam pelaksanaan penanganan, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan badan jalan dari material longsoran, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, pekerjaan galian dan pembukaan saluran aliran air di sekitar area masuk jembatan, pemasangan safety line, serta pembuatan matras pada sejumlah titik rawan. Selain itu, Hutama Karya juga melaksanakan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik sebagai bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk mendukung penanganan lanjutan.
Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas dalam kondisi darurat.
“Dalam situasi darurat, Kementerian PU bergerak cepat bersama Hutama Karya untuk mengambil mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi terdampak untuk membuka kembali akses jalan. Langkah ini dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara bertahap,” ujarnya.
Seiring dengan berjalannya penanganan tanggap darurat, akses pada ruas Tarutung–Sibolga kini berangsur pulih dan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Kondisi ini memberikan manfaat langsung, khususnya dalam mendukung mobilitas harian, aktivitas ekonomi, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak.
“Penanganan darurat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana. Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen, serta akan terus diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan di Sumatra Utara semakin aman dan andal,” tutup Mardiansyah.