HK Mengajar “Inspiring Leaders” di Medan, Perkuat Kesiapan Pelajar Hadapi Dunia Kerja

SUMATRA UTARA – Kota Medan menjadi destinasi berikutnya dalam rangkaian program Hutama Karya (HK) Mengajar “Inspiring Leaders” tahun 2026 yang diselenggarakan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 perusahaan. Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 14 Medan pada (21/05) ini dihadiri oleh Direktur Keuangan Hutama Karya Eka Setya Adrianto, Kepala Regional Sumatra Bagian Utara Taufiq Hidayat, Ketua HK Peduli Dianita Saraswati, Tim Relawan HK Mengajar, serta Kepala SMK Negeri 14 Medan Andrianti Pasaribu bersama jajaran manajemen sekolah dan sebanyak 68 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan.

HK Mengajar merupakan bagian dari program HK Peduli Pendidikan yang diselenggarakan Hutama Karya sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia. Pada tahun ini, HK Mengajar mengusung tema “Inspiring Leaders” dengan tujuan memberikan inspirasi, motivasi, serta pengenalan dunia konstruksi dan infrastruktur kepada generasi muda. Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan di Riau dan Jambi, serta akan dilanjutkan ke Sumatra Barat.

Melalui kegiatan ini, Hutama Karya berupaya menghadirkan ruang belajar interaktif yang tidak hanya memperkenalkan dunia konstruksi dan infrastruktur, tetapi juga membekali pelajar dengan wawasan mengenai digitalisasi, kesiapan kerja, serta pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, Hutama Karya turut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada SMK Negeri 14 Medan, memberikan 5 beasiswa pendidikan kepada siswa berprestasi terpilih, serta menghadirkan dukungan pembelajaran digital bagi 50 siswa melalui kerja sama dengan Ruangguru berupa akses platform pembelajaran dan Learning Management System (LMS). Dukungan ini diharapkan dapat membantu para siswa meningkatkan kompetensi akademik, memperluas akses belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.

Dalam sesi “Direksi Mengajar”, Direktur Keuangan Hutama Karya Eka Setya Adrianto mengajak siswa memahami bahwa dunia konstruksi saat ini telah berkembang semakin modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Ia menekankan bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam proses pembangunan infrastruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan proyek, pemantauan progres pekerjaan, hingga pengelolaan jalan tol secara lebih aman dan efisien.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan digitalisasi di dunia konstruksi, pemanfaatan teknologi dalam pembangunan infrastruktur, serta pentingnya pola pikir adaptif dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Para siswa juga diperkenalkan pada penerapan teknologi modern di sektor infrastruktur, termasuk Building Information Modeling (BIM), penggunaan drone dan Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk survei proyek, hingga sistem pemantauan digital dalam operasional jalan tol.

Selain pengenalan dunia konstruksi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol. Para siswa diajak memahami perilaku berkendara yang aman, pentingnya mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, beristirahat saat lelah, serta meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.

Sesi pembelajaran kemudian dilanjutkan oleh relawan karyawan Hutama Karya melalui pendekatan interaktif yang dipadukan dengan permainan edukatif, diskusi terbuka, serta pengenalan ekosistem bisnis Hutama Karya. Melalui metode ini, siswa didorong untuk lebih aktif bertanya, mengeksplorasi minat, dan melihat peluang karier di sektor konstruksi maupun industri pendukung lainnya.

“Perkembangan teknologi di dunia konstruksi membuka semakin banyak peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi. Melalui HK Mengajar, kami ingin memberikan gambaran bahwa industri infrastruktur membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter, rasa ingin tahu, kemampuan adaptasi, serta kepedulian terhadap keselamatan,” ujar Adri.

Kepala SMK Negeri 14 Medan, Andrianti Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada Hutama Karya atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada sekolah, terutama pasca terjadinya banjir yang sempat berdampak pada lingkungan sekolah. Menurutnya, kehadiran Hutama Karya menjadi bentuk perhatian yang berarti bagi keluarga besar SMK Negeri 14 Medan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan merasa bersyukur atas kehadiran Hutama Karya di SMK Negeri 14 Medan. Hutama Karya menjadi salah satu BUMN yang hadir dan memberikan perhatian kepada kami pasca banjir. Kami juga berterima kasih atas bantuan beasiswa, sarana dan prasarana pendidikan, serta dukungan pembelajaran melalui Ruangguru yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, kami melihat bahwa Hutama Karya juga memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap pendidikan dan generasi muda Indonesia,” tambahnya.

Pemilihan SMK Negeri 14 Medan sebagai lokasi pelaksanaan HK Mengajar juga didasari oleh karakter sekolah sebagai sekolah teknik yang memiliki 12 kompetensi keahlian/jurusan, mencakup bidang Teknik dan Pariwisata. Hal ini sejalan dengan tujuan HK Mengajar untuk memperkenalkan dunia industri, konstruksi, infrastruktur, serta kesiapan kerja kepada para pelajar sejak dini.

Hutama Karya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, membuka wawasan baru bagi para siswa, serta menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berani meraih cita-cita. Kegiatan ini turut mendukung penguatan akses pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri. Inisiatif HK Mengajar juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas, melalui penguatan kompetensi pelajar agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, dunia kerja, dan tantangan masa depan.